Congratulations on you Marriage ” Anggi & Fahri” November 14 2010

November 16, 2010
Selamat berbahagia

Selamat berbahagia

 Keluarga Cigadung Keluarga Titi dari Jatinangor bandung Sibuk habiiiis...........berhias !

“2 Wali Kota dan 2 Bupati Bandung Tanam Pohon Penghijauan di Curug Dago”

September 18, 2010

Mari kita wariskan mata air kepada anak cucu kita, jangan mewariskan air mata

14012010

“2 Wali Kota dan 2 Bupati  Bandung Tanam Pohon Penghijauan di Curug Dago”

Oleh :Omas Witarsa.

Fotografer:Omas Witarsa & Yayan Sopian.

Dengan disambut  Seni tradisional Gotong Singa yang dilakukan oleh serombongan wanita dari sanggar Monita , kemudian tarian lengser anak kecil yang begitu lincah , tari Jaipongan  dan tarian Pencak Silat . Acara yang sedianya  dimulai jam 09.00 Wib. Mundur waktunya sampai jam 10.30  wib. Karena ada keterlambatan kedatangan salah seorang Bupati Bandung.

Di Balegede   tempat panggung upacara , para undangan  sambil menanti acara dimulai menikmati sajian hiburan Band yang dimainkan oleh gadis-gadis cantik, dengan lagu-lagu bertemakan lingkungan seperti lagu “Curug Dago “,  begitu juga kelompok Galengan menyajikan musik dari bambu. seperti Karinding dll

Acara yang diberi nama“Penanaman Pohon di Wilayah Perbatasan Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan  Kabupaten Bandung Barat , dan Bandung Timur  “.dilaksanakan pada hari Rabu 23 Desember 2009   kali ini dipusatkan di Bale Gede  yang ada di Curug Dago  Bandung dan menanam  2400 batang pohon  yang terdiri dari pohon Damar, Matoa, Sawokecik, Salam, Kayu manis, Kayu putih, Huni, Tanjung dll .

Penanaman  untuk di empat wilayah itu berada diperbatasan  Bandung Kulon dengan Cimahi, Kecamatan Panyileukan dengan Kabupaten Bandung, Kecamatan Ujung Berung dengan Kabupaten Bandung Timur.

Dengan dihadiri oleh lebih dari 500 undangan dari berbagai instansi dan lapisan masyarakat Bandung, LSM Camel, Gemapeta, Penjara, Komunitas Kasundaan “Lantera”, Galengan dll ,Padepokan Toni Kanwa , dan Para pelajar SD,SMP,SMA, Pramuka dan sejumlah awak media yang ada di Bandung .

Acara dimeriahkan  oleh Trio A  (Aom Kusman ,Asep Truna dan Teh Acik)  yang bersama memandu acara sehingga berlangsung penuh dengan humor  serius tapi santai.

Setelah Pembacaan Ayat Suci Al’quran, dilanjutkan dengan sambutan dari  Kapala Bapeda Jawa-barat  Tjutju Nurdin  , dalam laporanya mengatakan : “ kegiatan penghijauan yang dilakukan diharapkan dapat memotivasi seluruh masyarakat  di setiap daerah agar lebih giat lagi menggalakkan penghijauan , pemeliharaan dan pengawasan agar dapat dicapai dengan optimal hasilnya. “.

Penyair Iwan Soleh berhasil menggelitik hadirin dengan Puisi  yang berjudul “Jawer kotok “, tumbuhan yang satu ini sekarang sudah mulai ditinggalkan oleh warga kota,  tumbuhan Jawer kotok ini  bagi orang Sunda  dahulu adalah saksi bagi lahirnya jabang bayi ke dunia . Tumbuhan yang  mengandung philosofi one man one tre, yang sejak zaman dahulu kala telah di terapkan oleh nenek moyang urang Sunda.

4 batang Pohon Damar  ditanam oleh 4 tokoh  Pemerintah daerah Jawa-barat( Walikota Bandung Dada Rosada sebagai tuan runah, Bupati Bandung Obar Subarna, Bupati Bandung Barat  Abubakar, dan Wakil Walikota Cimahi Eddy Rahmat)  pohon  ini dipilih karena kata “Damar “ dalam bahasa sunda berarti Lampu.

Pohon damar juga memiliki fungsi sebagai pohon yang produktif  (sebagai pohon pelindung, Getahnya dapat dimanfaatkan  untuk industri , anti rayap  , kayunya juga dapat digunakan sebagai  baham bangunan dll ),  dengan demikian diharapkan mampu menerangi hati masyarakat  Bandung agar menjadi lebih sadar lingkungan .

Bupati Bandung Obar Subarna menyebutkan sekitar Rp 3,5 miliar sampai 4 Miliar APBD Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran untuk Penghijauan dan rehabilitasi lahan kritis , Untuk kabupaten Bandung yang luasnya mencapai 6000 ha baru 35 persen hutan rakyat dan hutan negara yang sudah dihijaukan , diperkirakan th 2010 bisa selesai dihijaukan .

Seniman Dodong Kodir ( 100 bh lebih membuat  alat musik dari sampah )  berhasil memukau hadirin  dengan salah satu  alat musik yang diberi nama Tornadong ( Tornado Buatan Dodong  terbuat dari buah waluh kukuk yang diberi Fiber dan per penggetar  sehingga menghasilkan suara yang dahsyat) . menggelegar menelusuri sela pepohonan pinus kemudian lenyap ditelan deru Air terjun Curug Dago  yang legendaris.

Dodong kodir pun mempersilahkan Pak Wali dan Pak Bupati untuk mencoba membunyikan alat musik yang terbuat dari sampah bersama-sama , dan mendapat aplaus yang luar biasa dari penonton.

Tak ayal Asep truna yang jadi MC nyeletuk : “…. bisa we Si Dodong mah  ngagawekeun pak Bupati jeung pak Wali  teh….!  “

Dalam kesempatan itu walikota Bandung mengatakan :  “….tidak kurang dari 50.000 pohon  dibutuhkan untuk menghijaukan green belt  di perbatasan kota , ia pun  mengundang  Seniman ( Jufri ), Wartawati ( Detik .Com) , seorang Ibu perwakilan dari Kec.Coblong, dan LSM  Camel ( Toteng ), untuk naik ke panggung dan meminta kepada mereka untuk mengucapkan komitmenya  disaksikan  para hadirin semuanya.

Komitmen bersama Seniman,LSM,Wartawan dan Warga Coblong

Walikota Bandung Dada Rosada menutup sambutanya dengan kalimat yang sangat dalam artinya : “…..Mari kita wariskan  mata air kepada anak cucu kita, jangan mewariskan  Airmata” .

Do’a disampaikan Kepala Departemen agama  Jawa Barat, dan  dalam kesempatan itu sempat dibagikan buku “ Fikih Lingkungan “ kepada  ke empat pejabat dan beberapa undangan lainnya .

Begitu pula Kepala Tahura  ikut membagikan  buku Pesona  Tahura .

Acara berikutnya adalah penanaman pohon dan pelepasan burung , kemudian dilanjutkan denga peresmian penggunaan jaring sampah di sungai Cikapundung.

Penandatanganan Wasiat Cikapundung olehBupati dan walikota beserta para pejabat yang mengiringinya, serta persembahan ritual air oleh  LenteraNusantara

Jaring sampah diturunkan  untuk mengurangi menumpuknya sampah di Curug Dago

Setelah itu Pak Wali dan rombongan menuju perbatasan Bandung dan kabupaten . yang berada di tepian jembatan Cikapundung  dekat PLTA Bengkok.   

Beberapa Instansi dan Komunitas tradisional turut Mendukung acara ini

“Camel” Koordinasi sebelum Upacara Penghijauan dan Launching CRP bersama Kapolsek Coblong  “

Sayang sekali suksesnya acara ini menyajikan cerita sedih tentang ketidak pedulian terhadap upaya melestarikan lingkungan di kawasan Dago ini :” ……. rupanya para pengusaha disepanjang jl. Dago yang jumlahnya banyak  itu  , sama sekali tidak peduli dengan lingkungan mereka  , ini terbukti dengan tidak satupun dari 50 buah lebih proposal yang dikirimkan ke pengusaha FO,Hotel,Café, Kantor-kantor Pemerintah maupun swasta ……..tidak satupun yang peduli dan  merespon positif , apalagi jadi sponsor tunggal …! …  LSM  Camel ini telah bergerak sejak 7 bulan yang lalu , melakukan program bersih sungai Cikapundung dan memberikan contoh kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.  Dengan biaya sendiri alias patungan dari  masyarakat dan warga sekitar Curug Dago yang peduli. untuk makan(ngaliwet) sehari-hari apa adanya  , “ CRP“  ini akan berjalan terus , sampai Cikapundung menjadi bersih  dan kawasan Dago ke atas  menjadi hijau , ini adalah langkah awal bukan puncak dari program CRP  “. Demikian kata salah seorang aktifis linggkungan  yang enggan disebut namanya . ( Omas Witarsa, LPM  USDI- ITB 24/12/2009 )

Komentar : Tinggalkan sebuah komentar »

Kategori : Uncategorized

Wasiat Cikapundung Di Curug Dago

September 17, 2010

“……Mari kita  wariskan mata air kepada anak cucu kita , jangan mewariskan  air mata ! “

Curug Dago ketika datang air bah

“2 Wali Kota dan 2 Bupati  Bandung Tanam Pohon Penghijauan di Curug Dago”

Oleh :Omas Witarsa.

Dengan disambut  Seni tradisional Gotong Singa yang dilakukan oleh serombongan wanita dari sanggar Monita , kemudian tarian lengser anak kecil yang begitu lincah , tari Jaipongan  dan tarian Pencak Silat . Acara yang sedianya  dimulai jam 09.00 Wib. Mundur waktunya sampai jam 10.30  wib. Karena ada keterlambatan kedatangan salah seorang Bupati Bandung.gotong singa

Di Balegede   tempat panggung upacara , para undangan  sambil menanti acara dimulai menikmati sajian hiburan Band yang dimainkan oleh gadis-gadis cantik, dengan lagu-lagu bertemakan lingkungan seperti lagu “Curug Dago “,  begitu juga kelompok Galengan menyajikan musik dari bambu. seperti Karinding dll

Acara yang diberi nama “Penanaman Pohon di Wilayah Perbatasan Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan  Kabupaten Bandung Barat , dan Bandung Timur  “.dilaksanakan pada hari Rabu 23 Desember 2009   kali ini dipusatkan di Bale Gede  yang ada di Curug Dago  Bandung dan menanam  2400 batang pohon  yang terdiri dari pohon Damar, Matoa, Sawokecik, Salam, Kayu manis, Kayu putih, Huni, Tanjung dll .

Penanaman  untuk di empat wilayah itu berada diperbatasan  Bandung Kulon dengan Cimahi, Kecamatan Panyileukan dengan Kabupaten Bandung, Kecamatan Ujung Berung dengan Kabupaten Bandung Timur.

Dengan dihadiri oleh lebih dari 500 undangan dari berbagai instansi dan lapisan masyarakat Bandung, LSM Camel, Gemapeta, Penjara, Komunitas Kasundaan “Lantera”, Galengan dll ,Padepokan Toni Kanwa , dan Para pelajar SD,SMP,SMA, Pramuka dan sejumlah awak media yang ada di Bandung .

Acara dimeriahkan  oleh Trio A  (Aom Kusman ,Asep Truna dan Teh Acik)  yang bersama memandu acara sehingga berlangsung penuh dengan humor  serius tapi santai.

Setelah Pembacaan Ayat Suci Al’quran, dilanjutkan dengan sambutan dari  Kapala Bapeda Jawa-barat  Tjutju Nurdin  , dalam laporanya mengatakan : “ kegiatan penghijauan yang dilakukan diharapkan dapat memotivasi seluruh masyarakat  di setiap daerah agar lebih giat lagi menggalakkan penghijauan , pemeliharaan dan pengawasan agar dapat dicapai dengan optimal hasilnya. “.

Penyair Iwan Soleh berhasil menggelitik hadirin dengan Puisi  yang berjudul “Jawer kotok “, tumbuhan yang satu ini sekarang sudah mulai ditinggalkan oleh warga kota,  tumbuhan Jawer kotok ini  bagi orang Sunda  dahulu adalah saksi bagi lahirnya jabang bayi ke dunia . Tumbuhan yang  mengandung philosofi one man one tre, yang sejak zaman dahulu kala telah di terapkan oleh nenek moyang urang Sunda.

4 batang Pohon Damar  ditanam oleh 4 tokoh  Pemerintah daerah Jawa-barat

( Walikota Bandung Dada Rosada sebagai tuan runah, Bupati Bandung Obar Subarna, Bupati Bandung Barat  Abubakar, dan Wakil Walikota Cimahi Eddy Rahmat)  pohon  ini dipilih karena kata “Damar “ dalam bahasa sunda berarti Lampu.

Pohon damar juga memiliki fungsi sebagai pohon yang produktif  (sebagai pohon pelindung, Getahnya dapat dimanfaatkan  untuk industri , anti rayap  , kayunya juga dapat digunakan sebagai  baham bangunan dll ),  dengan demikian diharapkan mampu menerangi hati masyarakat  Bandung agar menjadi lebih sadar lingkungan .

Bupati Bandung Obar Subarna menyebutkan sekitar Rp 3,5 miliar sampai 4 Miliar APBD Kabupaten Bandung mengalokasikan anggaran untuk Penghijauan dan rehabilitasi lahan kritis , Untuk kabupaten Bandung yang luasnya mencapai 6000 ha baru 35 persen hutan rakyat dan hutan negara yang sudah dihijaukan , diperkirakan th 2010 bisa selesai dihijaukan .

Seniman Dodong Kodir ( 100 bh lebih membuat  alat musik dari sampah )  berhasil memukau hadirin  dengan salah satu  alat musik yang diberi nama Tornadong ( Tornado Buatan Dodong  terbuat dari buah waluh kukuk yang diberi Fiber dan per penggetar  sehingga menghasilkan suara yang dahsyat) . menggelegar menelusuri sela pepohonan pinus kemudian lenyap ditelan deru Air terjun Curug Dago  yang legendaris.

Dodong kodir pun mempersilahkan Pak Wali dan Pak Bupati untuk mencoba membunyikan alat musik yang terbuat dari sampah bersama-sama , dan mendapat aplaus yang luar biasa dari penonton.

Tak ayal Asep truna yang jadi MC nyeletuk : “…. bisa we Si Dodong mah  ngagawekeun pak Bupati jeung pak Wali  teh….!  “

Dalam kesempatan itu walikota Bandung mengatakan :  “….tidak kurang dari 50.000 pohon  dibutuhkan untuk menghijaukan green belt  di perbatasan kota , ia pun  mengundang  Seniman ( Jufri ), Wartawati ( Detik .Com) , seorang Ibu perwakilan dari Kec.Coblong, dan LSM  Camel ( Toteng ), untuk naik ke panggung dan meminta kepada mereka untuk mengucapkan komitmenya  disaksikan  para hadirin semuanya.

Walikota Bandung Dada Rosada menutup sambutanya dengan kalimat yang sangat dalam artinya : “…..Mari kita wariskan  mata air kepada anak cucu kita, jangan mewariskan  Airmata” .

Do’a disampaikan Kepala Departemen agama  Jawa Barat, dan  dalam kesempatan itu sempat dibagikan buku “ Fikih Lingkungan “ kepada  ke empat pejabat dan beberapa undangan lainnya .

Begitu pula Kepala Tahura  ikut membagikan  buku Pesona  Tahura .

Acara berikutnya adalah penanaman pohon dan pelepasan burung , kemudian dilanjutkan denga peresmian penggunaan jaring sampah di sungai Cikapundung.

Penandatanganan Wasiat Cikapundung oleh 2 Bupati Bandung  dan 2 Walikota beserta para pejabat yang mengiringinya .

Setelah itu Pak Wali dan rombongan menuju perbatasan Bandung dan kabupaten . yang berada di tepian jembatan Cikapundung  dekat PLTA Bengkok.

Sayang sekali suksesnya acara ini menyajikan cerita sedih tentang ketidak pedulian terhadap upaya melestarikan lingkungan di kawasan Dago ini :” ……. rupanya para pengusaha disepanjang jl. Dago yang jumlahnya banyak  itu  ,sama sekali tidak peduli dengan lingkungan mereka  , ini terbukti dengan tidak satupun dari 30 buah lebih proposal yang dikirimkan ke pengusaha FO,Hotel,Café, Kantor-kantor Pemerintah maupun swasta ……..tidak satupun yang peduli dan  merespon positif , apalagi jadi sponsor tunggal …! …  LSM  Camel ini telah bergerak sejak 7 bulan yang lalu , melakukan program bersih sungai Cikapundung dan memberikan contoh kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah  sembarangan.

Mari kita  wariskan mata air kepada anak cucu kita, jangan mewariskan  air mata


“Dubes Thailand Thanatip Upatising bersama Walikota Bandung Dada Rosada Resmikan Sala Thai ( Rumah Thailand) di Curug Dago “

September 17, 2010

Oleh :Omas Witarsa.


Benar…….Hari ini Selasa tanggal 14 September 2010  seharusnya menjadi hari yang Istimewa untuk warga Bandung dan Curug Dago khususnya ………betapa tidak ?  Walikota Bandung H.Dada Rosada bersama Kepala Dinas di Jajaran Pemerintah Daerah Jawa-barat ; Kepala Dinas Parisata dan Budaya, Kepala Dinas Kehutanan,  Kepala THR Ir H.Juanda beserta stafnya turut hadir disana, dan tidak kalah pentingnya Duta Besar Thailand Mr Thanatip Upatising beserta para Consellor  yang didampingi oleh Executive vice President PTT Exloration and Production Publik Company Limited (atau Perusahaan minyak  Thailand yang beroperasi di Indonesia ) Mr Luechai Wongsirasawad  yang kemarin langsung  terbang dari Thailand hanya untuk menghadiri acara  istimewa ini. serta satu lagi tamu yang hadir yaitu Director of the Secretariat of the Directorate Generale of Asia Pasific and African Affairs Ibu Kenssy Ekaningsih tampak hadir di sana dan Masyarakat Thailan yang berada di Indonesia. Namun masyarakat Dago tampak sepi-sepi saja.

Acara diawali oleh sambutan Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Indonesia yang baru Mr. Thanatip Upatising dalam sambutanya  ia memaparkan betapa hubungan emosional Thailand -Indonesia telah berlangsung  ratusan tahun yang lalu , Terbukti dengan kunjungan yang berulang kali dilakukan oleh Raja Rama V dan Rama ke VII ke tempat yang eksotis seperti Curug Dago ini . adanya kedua prasasti  membuktikan Kota bandung adalah salah satu tempat yang sangat penting bagi Wisatawan Mancanegara termasuk Wisatawan Thailand. Diharapkan adanya Dua buah rumah Thailand yang disebut SALA THAI ini dapat menjadi pengikat yang kuat hubungan Indonesia dan Thailand dan dapat menjadi daya tarik pariwisata lokal maupun internasional .  Beliau mengatakan bahwa di dunia hanya ada 2 negara yang menggunakan Garuda sebagai simbol negaranya yaitu Thailand dan Indonesia .Acara hari ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 60 tahun Persahabatan Thailand –Indonesia.

Gunting Pita resmikan SALA THAI

Kenssy Ekaningsih dalam Introductory speech nya yang berjudul “Hubungan Bilateral Thailand Dan Indonesia” itu mengatakan  banyak kesaman Budaya , kostum, kuliner, alat musik dan lain-lain antara bangsa Indonesia dan Thailand, begitu juga hubungan ekonomi dan sosial , Thailand turut berperan dalam membantu korban Sunami Aceh dan Indonesia turut membantu dalam mengupayakan perdamaian dalam konflik di Thailand selatan , begitu juga pertukaran pelajar antar kedua negara sudah berlansung lama , para tokoh agama dan organisasi keagamaan sepertu NU melakukan kunjungan untuk meningkatkan rasa saling pengertian antar umat beragama  bagi kedua negara dan Bangsa Asean umumnya.

Executive Vice President PTTEP Plc.Thailand Mr Luechai Wongsirawad dalam sambutanya mengatakan ;” Kami sangat Bangga  menjadi bagian dari peresmian “Sala Thai” di Curug Dago ini “.          Ia berharap hal ini dapat bermanfaat dan berpengaruh terhadap peningkatan tarap hidup masyarakat di tempat ini.

Perusahaan pengeboran minyak Thailand ini adalah yang mensposori pembangunan 2 buah rumah Thai ( SALA THAI)  yang melindungi 2 buah prasasti  kedua raja dari Kerajaan Thailand yaitu Rama V yang sangat termashur sebagai pembaharu bagi bangsa Thailand , sehingga Thailand menjadi satu-satunya negara atau kerajaan yang tidak pernah dijajah oleh bangsa asing,  nama besar itu adalah  Chulalongkorn Atau Chulachomklao Paramithara atau Chulalongkorn Chaoyuhua dan banyak nama lain yang menyiratkan betapa berpengaruhnya murid Anna leonown ini. Tahun penulisan inskripsi diatas batu ini adalah th 1901 dan ditulis pada kunjungan ke 3 ( kunjungan yang pertama th 1871 , kedua th 1896 dan ketiga th 1901), Beliau ini dinobatkan menjadi raja dalam usia 16 tahun, menggantikan Ayahandanya Raja Mongkut ( Mongkut Klao ) atau Raja rama ke IV  , ialah yang mengundang Guru Bahasa Inggris  Anna Leonown untuk mengajar di istana suatu keberanian yang luar biasa demi untuk mengangkat nama bangsa Thailand di mata dunia barat, Raja rama ke V ini melakukan perubahan dalam segala bidang , termasuk tatakrama didalam istana yang sangat menghambat dihilangkan .

Raja yang ke dua adalah Rama VII dan bernama Prajathipok, beliau adalah putra raja Rama V yang ke 76 , Inskripsi yang tertera di batu Curug Dago ini bertahun 1929 ini pun ditulis pada kunjungan napak tilas ayahandanya  yang ke dua ke Curug dago , Raja Prajathipok memerintah tidak terlalu lama , karena revolusi kebudayaan akibat kesadaran Demokrasi bergejolak dari kalangan bawah sampai ke kalangan atas.

Lalu mengapa Kegiatan 60 tahun persahabatan Thailand Indonesia ini diadakan di Curug Dago yang sepi, becek , ngga ada ojeg……. semua berawal dari peristiwa yang terjadi pada bulan April 2008  Cungkup Raja Rama V yang hancur tertimpa batu dari tebing yang berada diatasnya. Karena dinas kehutanan tidak ada dana untuk perbaikan itu, akhirnya pemerintah Thailand melalui Duta Besar Thailand Mr Akrasid Amayatakul mengganti Cungkup pelindung kedua prasasti tersebut.

Sebagaimana diketahui kedua cungkup yang lama dibangun pada tahun 1991 oleh “Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Propinsi Jawa-Barat , DKI Jakarta dan Lampung . Direktorat Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan atas permohonan Pemerintah Thailand “

Dengan menghabiskan dana sekitar 36 juta rupiah lebih dikeluarkan oleh Suaka peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa-Barat yang saat itu dipimpin oleh Drs.Halwany Michrob, M.Sc (Alm) , maka dilakukan ekskavasi dan penataan sarana lainnya , termasuk 2 buah cungkup penutup di  kedua batu Prasasti tersebut dan menggunakan atap ijuk..

Semua langkah langkah itu dapat terwujud adalah atas usulan yang penulis (Omas Witarsa) ajukan melalui surat pada tahun 1990 kepada Yang Mulia Raja Thailand Bhumipol Adul Yadej di Citralda Palace Bangkok Thailand.

Kemudian tahun berikutnya Dinas Pariwisata membangun 2 buah gazebo serta sarana jalan dari terminal Dago sampai ke lokasi Air terjun, dan salah seorang pejabat ITB Dr.Junil Kahar memperbaiki Jalan setapak dari perumahan Dosen ITB   menuju ke Curug dago menjadi lebih baik.

Pemerintah Thailandpun tidak segan- segan memberikan dana bantuanya setiap tahun untuk Curug Dago dan Beberapa tempat lainnya di Indonesia.

Dr Chaiyong Satjipanon ( Dubes Thai untuk Indonesia th 2003) pernah mengadakan Peringatan kelahiran dan Wafatnya Raja Culalongkorn (Rama V lahir pada 20 September 1853 , dan wafatnya pada tgl 23 Oktober 1925 ) yang ke 150 di Curug Dago pada hari Sabtu 23 Oktober 2003 itu lengkap dengan acara ritual agama Budha . Dan sempat menanam bunga Nerium Oleander sebagai bunga persahabatan Thailand -Indonesia bersama pejabat berwenang di jawa-barat

Namun sayang kurangnya koordinasi terutama antara Dinas Purba kala, Dinas Pariwisata, dan Dinas Kehutanan , sehingga bunga Nerium Oleander yang ditanam oleh Dubes Thailand, Kepala Diparda  dan Dinas Purbakala serta tokoh masyarakat yang hadir pada saat itu dengan semangat kebersamaan antara Thailand dan Indonesia itu habis dibabat , diganti dengan taman bunga yang baru oleh salah satu instansi yang berwenang di Curug Dago.

Begitu juga kurangnya Fasilitas umum dan tidak terawatrnya areal Curug Dago ini membuat pengunjung tidak betah berlama-lama disana

Setelah 17 tahun akhirnya  Kedua batu Prasasti Raja Rama V dan Raja Rama VII mendapat cungkup ( Paviliun ) yang baru Cungkup itu bernama SALA THAI atau rumah Thailand   dengan Warna Merah Kastuba dan kaca patri serta dihiasi beberapa ukiran menggunakan ragam hias belalai dan gading gajah di ujung atapnya, serta menggunakan genting dari Papan ( bukan sirap atau Ijuk ) berwarna kuning tua kemerah-merahan  yang sudah diolah sehingga tahan air.

Semua bahan dikirim dari Thailand dalam bentuk bongkar pasang atau Knockdown sehingga memudahkan pengangkutanya ke Indonesia . Bahan bangunanya terbuat dari kaca dan kayu Thailand yang telah dipersiapkan sesuai kondisi di Curug Dago.

First Secretary Mr Nattaphol Na Songkla yang memimpin team untuk pemasangan cungkup baru itu , serta dibantu oleh seorang Arsitek Mr Stiriphong dan 3 orang tukang serta 1 orang penerjemah bernama Sam semuanya dari Thailand .

Dalam wawancara dengan penulis Mr Stiriphong menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada warga Curug Dago, yang telah membantu membawa dan menurunkan bahan bangunan sehingga sampai ke situs dalam keadaan utuh , mengingat medan yang sangat sulit dan terjal , tanpa bantuan penduduk semuanya tidak akan berhasil. Beliau juga menyampaikan bahwa pekerjaan diperkirakan selesai dalam 2-3 minggu kedepan. Diharapkan bulan Juni 2008 ini peresmianya dapat dilakukan , dan kabarnya Cucu Yang Mulia Raja Bhumipol Adul Yadej akan Hadir di Curug dago apa bila tidak ada halangan .

Pekerjaan Penggantian cungkup saat ini dilakukan atas kerja sama kedutaan Thailand dengan Dinas Kehutanan , Kawasan Pelestarian Alam Taman Hutan Raya Ir Hj.Juanda yang dipimpin oleh Kepala Balai saat itu  Ibu Ir Bebben Tresna Chandra MM beserta jajaranya.

“ Dengan di perbaikinya cungkup Prasasti Raja Thailand tersebut diharapkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan alam seperti Curug Dago akan semakin meningkat serta mau bersama-sama bahu membahu untuk melestarikan keindahan alam Parahyangan yang tiada ternilai ini.” Demikian ungkapnya.

Saat ini keberadaan kedua Sala Thai “  di Curug Dago  itu dapat dilihat dari atas Jembatan,yang menghubungkan Desa Punuk Curug Kelurahan Ci Dadap dengan Kelurahan Dago dan akan menambah anggunya curug Dago apa bila kita nikmati dari seberang air terjun Dago .

Saat ini kondisi jalan menuju ke situs dari atas sudah rusak dibeberapa sisinya , besi pegangan hampir semuanya habis dipotong dicuri orang. Hal ini bisa dimengerti karena hanya ada 1 orang penjaga situs yang digaji ( honorer) oleh dinas Purbakala atau dinas Pariwisata.  Jalan setapak ( Tangga seribu) yang menuju ke terminal Dago pun sudah tidak ada karena diganti dengan jalan aspal yang menuju ke sekolah Stanford Internasional .

Di Curug Dago juga sebaiknya di sediakan Fasilitas Umum Air bersih, warung-warung makan atau Cenderamata yang khas dari Curug Dago,Mushola dan MCK, tempat parkir yang aman sehingga pengunjung menjadi betah berlama lama disana, tentu dengan koordinasi dan pengarahan yang baik agar tidak melanggar aturan hutan konservasi .

Ada baiknya di areal Curug Dago diberi rambu-rambu Anjuran untuk bertindak Sopan santun dan tidak melanggar kesusilaan. Karena Curug Dago sejak dulu sering dijadikan tempat untuk muda-mudi berpacaran tanpa batas.

Curug Dago dengan adanya kedua  Sala Thai yang baru diharapkan memiliki paradigma yang baru pula, harus lah dijaga kebersihan dan kesucianya , karena Situs batu tulis kedua Raja Thailand itu sangat dihormati oleh masyarakat Thailand dan sering dijiarahi oleh turis-turis mancanegara khususnya yang datang dari Negara Thailand .

Banyak hal yang dapat dikembangkan di curug Dago ini, selain Potensi alamnya seperti Curug Meri , kekayaan Flora dan Fauna harus dihidupkan kembali,  juga pemberdayaan masyarakatnya menjadi Darwis ( sadar wisata ) dapat dikembangkan dengan system “Community Based Tourism atau Pariwisata Berlandaskan Pada Masyarakat “ .

Dia areal Curug Dago tanggal 23 Desember 2009 pernah dilakukan Penanaman pohon penghijauan di batas kota atau Green belt  yang dilakukan oleh 4 kepala daerah Jawabarat , yaitu 2 Bupati dan 2 walikota dan dihadiri oleh segenap stekholder yang ada di jawabarat,  dengan penanaman 2400 pohon produktif yang kelak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat hasilnya, gerakan ini dimotori oleh LSM. CAMEL ( Penjelajah rimba dan pendaki Gunung ), Gema peta  dan beberapa komunitas yang ada di Bandung hanya dengan bermodalkan semangat dan nasi liwet. Sehingga  pamor Tahura Ir.H.Juanda  semakin naik di Curug Dago in.  .

Taman Hutan Raya Ir.H. Juanda sebaiknya melakukan penataan ulang , terutama keberadaan Jembatan yang berada di atas mulut air terjun harus dikaji ulang dan dicarikan solusi terbaik agar wisatawan dapat menikmati indahnya Curug Dago dari depan,karena selama ini tidak ada akses jalan yang aman dan nyaman untuk dilalui sampai ke lokasi strategis untuk menikmati indahnya Curug Dago .

Kemudian rumah penduduk harus ditata agar Higienis dan  bisa dijadikan tempat menginap para Backpaker seperti  di Jogya , Bali dll.

SALA THAI itu kini menjadi daya tarik tersendiri di Curug Dago

Sekolah Alam yang berada di atas Curug Meri dihimbau agar Sawah dan kolamnya jangan sampai habis dijadikan perumahan karena itu akan mengancam kelestarian Curug Meri (Air terjun Bebek) apabila airnya menjadi kering.

Begitu juga lahan tidur milik ITB yang berada di sebelah tanah Power Indonesia ( PLN) sebaiknya di hijaukan tengan tanaman keras sehingga menambah hijaunya kawasan konservasi air, bukan dengan tanaman palawija. tidak kalah pentingnya adalah upaya rehabilitasi sungai Cikapundung yang kian hari kian kotor oleh sampah dan polusi Kepedulian LSM Camel seyogyanya mendapat dukungan dan arahan dari semua pihak yang berwenang.

Hari Selasa ini tgl 14 September 2010 seharusnya menjadi hari yang istimewa bagi warga Bandung umumnya dan warga Dago khususnya,  karena Curug Dago menjadi tempat pusat peringatan 60 tahun persahabatan Thailand-Indonesia , bahkan Luechai Wongsirasawad seorang Executive Vice President perusahaan pengeboran minyak Thailand yang beroperasi di Indonesia pun datang lansung dari Bangkok sehari sebelumnya , untuk menghadiri acara peresmian kedua Sala Thai di Curug Dago ini .

Bukankah ini potensi pariwisata yang seharusnya bisa dinikmati oleh warga Bandung, seharusnya instansi berwenang mau melakukan mobilisasi, partisipasi masyarakat kita yang masih serba kekurangan itu , agar mampu meraup rizki dari kunjungan wisatawan lokal maupun asing dengan melakukan pembinaan  sehingga bisa saling menguntungkan kedua pihak. Karena sampai saat ini Warga Curug Dago hanya bisa gigit jari  melihat banyaknya pengunjung ke Curug Dago.

Penulis seringkali kikuk  ketika ditanya oleh para tamu yang datang   dari manca negara itu , mengapa tempat sebagus ini tidak dikelola  dengan baik ?………jawabnya hanya menunggu dan menunggu.

Seperti peribahasa ini ” Didago-Dago kalah ka Ledeng, hanas didodoho hasilna lebeng”. ( Di Dago-Dago malah ke Ledeng , eee …ditunggu tunggu tiada hasil ).(OW. LPM-ITB 15/9/2010)

Ucapan Bela Sungkawa

Februari 15, 2010

Segenap Tim dan Panitia
Cikapundung Rehabilitation Programme ( CRP)
Mengucapkan  Turut Berduka Cita
Atas Meninggalnya
Sahabat,Teman , Adik , Kakak, Saudara , Anak kami

GUNAWAN
Taruna STKS Angkatan 2003

Pada hari Minggu 14 Pebruari 2010

dalam kegiatan”Taruna Siaga Bencana” ( KEMALA)
ketika mengikuti   Survey Pengukuran Cikapundung
tgl 12-14 Pebruari 2010
Bersama
Penjelajah Rimba dan Pendaki Gunung “CAMEL”,
LSM Gemapeta , Abalaba ,Gideon , Skyger,
Kecamatan Coblong, Kelurahan Coblong
dan
Bandung TV
” Semoga Diterima Amal dan Ibadahnya….Amiiin! “

Cikapundung Rehabilitation Programe

September 29, 2009

Camel-navigasi-net-copy

“Camel “ Luncurkan Cikapundung Rehabilitation Programme

Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung “CAMEL” melakukan kegiatan Konservasi alam berbasis masyarakat ,dengan nama “Cikapundung Rehabilitation Programme” , kegiatan ini timbul dari dasar hati terdalam  yang selalu bersentuhan dengan alam .

Toteng sebagai Team Leader mengatakan : 

“ Adalah sebuah panggilan ketika kami melihat, kami mendengar, kami bernafas dan kami rasakan bahkan ketika kami bersentuhanpun ada ketidak harmonisan perilaku kita terhadap tatanan alami  dan kesatuan kita dalam mengekpresikan serta atas kehendak yang telah disepakati bersama didalam kubah mewah berlapis emas. Enam bulan sudah gerakan sungai Cikapundung bersih kami kemas dan kami gaungkan, memang gerakan kami tidak popular hanya sebuah hasrat dan keinginan yang menjadi dasar kami. Untuk tetap bertahan walau kaki mulai  terasa berat untuk melangkah, karena jalan yang kami tempuh begitu berkelok dan curam , hanya bermodalkan kekuatan idealisme dan sebagai dharma bakti dari kami dalam mengekpresikan UUno.5 th 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, UU no.23 th 1977 tentang pengelolaan lingkungan hidup, peraturan pemerintah no.34 th 2002 tentang Tata Hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan, pemanfaatan hutan dan penggunaan kawasan hutan . dan Peraturan Pemerintah no.9 thn 2005 tentang perlindungan hutan. “

2ambilsamph

 “Untuk mengefektipkan kehendak dalam mengekpresikan kesepakatan yang telah disepakati bersama, mari kita sosialisasikan menjadi gerakan nyata dilapangan agar semuanya tidak ada yang sia-sia, dan gerakan bersih sungai Cikapundung ini menjadi awal mesranya hubungan masysrakat dan aparatur pemerintah mulai dari tingkat RT,RW,Kelurahan,Kecamatan,bahkan ketingkat Walikota dan Gubernur sesuai  motto urang Sunda :” Sabilulungan Dasar gotong royong, nanjeurna persatuan nu bakal katembong , herang mata tiis ceuli, dahar ngeunah sare ge  tibra. Amiin!”.

memilih dan memilah sampah harus dilakukan

memilih dan memilah sampah harus dilakukan

 Dalam pelaksanaannya nanti , akan dilakukan pemasangan  Jaring sampah, daur ulang sampah organic dan an-organic, penghijauan dan pelestarian satwa, serta penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya pengolahan air limbah rumah tangga  sebelum dibuang ke Cikapundung.

Sebagai mana diketahui kawasan Dago kini tidak lagi berada diluar kota Bandung seperti peruntukannya semula pada Zaman colonial Belanda ,  kini bukit bukit indah di kawasan Dago beralih fungsi menjadi pusat pendidikan , bisnis , pemukiman dll yang akan sangat mengganggu keharmonisan daerah Bandung Utara sebagai kawasan konservasi dan hutan lindung .

Dengan Penanganan model perkeong diharapkan kegiatan dapat terfocus dan berkembang dari kawasan Curug Dago  secara harmonis kesegala arah.

Ceramah dan diskusi dengan Athol Kilgour ( Dosen Akhli di ITB )

Ceramah dan diskusi dengan Athol Kilgour ( Dosen Akhli di ITB )

Kepada para pecinta lingkungan, para partisipan ( Donatur )  yang berminat silahkan bergabung bersama   “ CAMEL “ di Posko Curug Dago Setiap hari.

Lihat di Yutube Vieo judulnya ” Cikapundung Rehabilitation Programme”  (Omas Witarsa 7/9/2009)

Selamatkan Surili Hutan Situ Patenggang

September 25, 2009

Monyet Daun Surili ( Presbytis hosei )

Monyet Daun Surili ( Presbytis hosei )

Ketika itu saya sedang mendokumentasi acara Outbound MBA-ITB di Situ Patenggang (Situ Patengan ) ketika sedang asyik Playing Fox , tiba-tiba terdengar suara orang berteriak teriak dan anjing menggonggong  disebrang danau , sehingga membuat kami menghentikan kegiatan sambil bertanya-tanya  dan ternyata ada seekor Monyet daun Surili berada diatas pohon  meloncat kesana kemari dalam gonggongan anjing pemburu yang dengan garangnya menunjukan taring tajamnya  siap menerkam dan mencabik-cabiknya .  Posisi kami cukup jauh kira-kira 100 meter dan terhalang danau sehingga agak sulit walau di zoom untuk mendapat gambar  yang cukup besar. mari selamatkan Surili dari kepunahan .

(Lihat di Yutube Video ” Selamatkan Surili Situ Patenggang )

Agustus 13, 2009

Agenda Curug Dago:

Minggu 21 Januari 2010

“Lomba gerak jalan se kecamatan Coblong”

Sabtu 23 Oktober 2010

The Celebration Commemorating the Auspicieous Occasion of His Majesty King Chulalongkorn’s 157th Birthday Anniversary

Bertempat : Di areal Curug Dago . Bandung

Setiap kamis  :  Kontes Burung

Sabtu & Minggu   :

Bersih-bersih Sungai Cikapundung dan Merawat pohon penghijauan

bersama “Camel “ .

Sabtu ,13 Februari 2010

Survey, Pengukuran dan penanaman pohon dititik ukur  Sepanjang Cikapundung , dari hulu sampai ke Hilir .

bersama “Camel”  dan beberapa LSM di Bandung.

Selamatkan Monyet Surili Situ Patenggang

Juli 21, 2009

Yayasan Adeg Dago

April 14, 2009
Yayasan Adeg Dago

Yayasan Adeg Dago

Yayasan Adeg Dago adalah salah satu wadah untuk berkiprahnya warga bandung, yang mencintai dan empati terhadap perkembangan kawasan Dago dan sekitarnya , yang berkembang demikian cepat , baik secara fisik maupun psykis (Makro maupun Mikro kosmos )yang berada didalamnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.